Sabtu, 14 Maret 2009

Kupu-kupu surga

Kupu-kupu itu
kian terbang
Di benakku
Tahukah engkau,siapa dia?
Kupu-kupu itu
Terus menari
Di taman bungaku
Tahukah engkau,siapa dia?
Kupu-kupu itu
mengelanyut manja
di bunga mawarku
Tahukah engkau,siapa dia?
Kupu-kupu itu ada
Dia hidup di hatiku
Tersiram oleh curahan kasih sayang
Menjadikan kupu-kupuku kuat
Dan bisa terbang kemanapun dia mau
Kupu-kupu itu bernama cinta
Dia yang menjadikanku hidup
Dia yang membuat aku mengerti
Apa artinya cinta dalam kehidupan
Kupu-kupu itu tak akan mati
Walaupun aku mati
Karena...
Kupu-kupu itu akan aku bawa ke surga

Kerapuhanku

Aku tertawa dalam tangis
Aku tertawa dalam gundah
Aku tertawa dalam amarah
Aku tertawa dalam kegelisahan
Aku marah ingin marah
Aku kecewa ingin kecewa
Dimana perempuan yang peduli
Pada agamanya sendiri?
Dan aku hanya diam dibaluti tangis
Ini bukan untuk semua perempuan
Tapi hanya untuk segelintir saja,
Mungkin pula termasuk aku?
Sungguh cira agamaku
Telah dirusak oleh musuh utama kita
Tapi kaum hawa tak sadar
Mereka terlena dalam pelukan duniawi
Dalam tidur lelap oleh buaian setan
Kini kemanakah aku harus berlari,Tuhan?
Hanya Kau yang melihat tetes demi tetes air mataku
Yang merintih,kesakitan
Kesakitan oleh siapa?
Kesakitan oleh mereka,Tuhan,
yang tak peduli lagi dengan-Mu,
yang menjadikan hidup sebagai santai belaka
Tuhan,aku mengadu
Aku seorang hamba-Mu yang kesal,
merintih kesakitan oleh mereka
Oleh perempuan yang tak peduli
Yang memandang remeh nama-Mu
Oleh penyakit hatiku
Oleh kelemahanku
Oleh kebejatanku
Tuhan...
Kapan Kau panggil diriku
Untuk kuadu tiap sakit
yang tertoreh di hatiku

Minggu, 25 Januari 2009

jika aku ingin mencinta

jika aku ingin mencinta,aku ingin mencinta seperti matahari menyinari bumi,hangat tapi tidak membakar
jika aku ingin mencinta,aku ingin seperti laut yang mendinginkan daratan,tapi tidak membekukan
jika aku ingin mencinta,aku ingin mencinta seperti air terhadap bumi,terus mengalir
jika aku ingin mencinta,aku ingin mencinta seperti pelangi terhadap langit,memberi warna-warni kehidupan
minggu,25 januari 2009

Senin, 19 Januari 2009

Air Mata

Purwokerto,19 Januari 2009
Air mata...
Engkau yang menemaniku dalam kesunyian
Ketika satu orang pun tak ada di sampingku
Dan hanya Tuhan yang mau mendengarku

Air mata...
Engkau menjadi penghias wajahku
Ketika aku sedih maupun gembira
Sehingga aku tahu
Engkaulah teman terbaik dalam hidupku

Air mata...
Engkau penyadar betapa berdosanya aku
Sehingga aku sadar betapa berharganya setiap tetes darimu
Untuk menjadi saksiku di hari akhir kelak

Air mata...
Engkaulah yang keluar dari kedua bola mata ini melalui izin-Nya
Sehingga aku bisa dengan penuh syukur mengucapkan:"Terima kasih Tuhan,Engkau telah ciptakan air mata untukku"Terima kasih,air mata..."

By Amalia Juwita Okivira